Sadarlah hai saudara-saudaraku semuanya kita bakal kembali ke kampung kita yang selama-lamanya yaitu kampung akherat, kampung yang abadi, sedang kebahagiaan di dunia berapa lama sih... paling lama taruhlah 80/100(delapan puluh atau seratus tahun), umur kita paling lama taruhlah segitu, belum dikurangi masa kecil dan masa yang tidak bahagia atau mungkin umur kita hanya bagaikan buah kelapa yang masih kecil / bluluk, atau mungkin cengkir / kelapa kecil, atau mungkin kelapa muda alias degan e.................. sudah diambil sama yang punya kehidupan, yaitu Alloh SWT.
Janganlah karena ke AKU an kita karena Pangkat kita, jangan karena Jabatan kita, jangan karena Kekuasaan kita, atau karena Orang Tua kita, kalau kita Karena, nanti Yang Maha Kuasa Murka.
Tidak ada suatu penyesalan itu di Depan, semua penyesalan itu adanya selalu Dibelakang, memang kita tidak pernah melihat Akherat..., memang kita tidak pernah melihat Neraka..., memang kita tidak pernah melihat Surga...,memang kita tidak pernah melihat Malaikat..., memang kita tidak pernah melihat Alloh SWT.
Alloh SWT, Dialah yang memberi kehidupan..., Dialah yang menciptakan...., Dialah yang menciptakan Langit..., Dialah yang menciptakan Bumi..., ya bumi yang kita pijak ini beserta isinya...., apasih isinya bumi..., dibumi ada ubi, dibumi ada singkong, dibumi batubara, dibumi ada perak, dibumi ada emas, dibumi ada apartement, dibumi ada pesawat, ya... , yang semuanya itu asalnya dari bumi.
Sedang kita bakal mati, ya bakal mati yang tidak membawa apa-apa, yang hanya di bungkus kain kafan, atau dibungkus dengan bajunya yang biasa dikenakan.
Cobalah bayangkan saudara-saudaraku dengan meluangkan waktu sendiri pada tengah malam hari disaat kesunyian dengan memikirkan semua itu yang telah terjadi dan bakal terjadi sehingga tidak menyesal diri.
No comments:
Post a Comment